Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi dan RDMP

Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi dan RDMP
Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi dan RDMP

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2025. 

Dalam pertemuan ini, sejumlah agenda strategis lintas sektor dibahas, dengan fokus utama pada penguatan industri dalam negeri dan percepatan hilirisasi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa ratas ini membahas empat topik penting yang berfokus pada pengembangan sektor-sektor strategis Indonesia, termasuk industri tekstil, teknologi, otomotif, serta proyek hilirisasi yang tengah disiapkan pemerintah.

Penguatan Sektor Industri dan Teknologi Nasional

Salah satu topik utama yang dibahas dalam ratas tersebut adalah penguatan sektor industri tekstil dan garmen. Presiden Prabowo menekankan pentingnya revitalisasi supply chain industri ini agar dapat lebih kompetitif di pasar global. "Bapak Presiden meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil/garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain," ungkap Teddy.

Selanjutnya, sektor teknologi dan industri manufaktur juga menjadi perhatian besar dalam ratas tersebut. Khususnya, Presiden Prabowo meminta percepatan investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Teknologi ini dianggap sebagai kunci untuk membangun industri chip masa depan Indonesia, yang akan mendukung sektor otomotif, digital, dan elektronik.

“Penguatan dalam sektor otomotif/elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik,” tambah Teddy.

Hilirisasi Proyek Senilai USD6 Miliar dan Pembangunan Infrastruktur Energi

Agenda lain yang dibahas adalah hilirisasi skala besar yang menjadi prioritas pemerintah. Teddy menjelaskan bahwa rencana untuk meluncurkan enam titik baru proyek hilirisasi senilai USD6 miliar akan dilakukan pada awal Februari 2026.

Presiden Prabowo juga menyampaikan pentingnya memajukan proyek-proyek energi yang strategis, salah satunya adalah peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina, yang mencakup proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) di Balikpapan. Proyek ini akan diresmikan pada Senin, 12 Januari 2026, dan diharapkan dapat memperkuat sektor energi Indonesia serta mengurangi ketergantungan pada impor energi.

“Rencana peresmian Infrastuktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026 (hari ini),” ujar Teddy.

Kehadiran Menteri-Menteri Terkait dalam Ratas

Rapat terbatas yang berlangsung di Hambalang ini dihadiri oleh sejumlah menteri terkait yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor-sektor tersebut. Di antaranya adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Para menteri tersebut memberikan masukan terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk mewujudkan agenda-agenda strategis ini, yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia serta mendorong kemajuan industri dalam negeri.

Rencana Peresmian RDMP Pertamina Balikpapan

Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sektor energi nasional, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur energi yang terintegrasi. Proyek RDMP Pertamina di Balikpapan, yang akan diresmikan pada 12 Januari 2026, merupakan salah satu proyek energi strategis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi energi dalam negeri dan mendukung kemandirian energi Indonesia.

Pemerintah berharap bahwa proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi. Dalam ratas tersebut, Presiden juga menekankan perlunya sinergi antara sektor energi, industri, dan teknologi agar Indonesia dapat berkembang menjadi negara yang mandiri dan kompetitif di tingkat global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index